MEMBUAT
PUPUK DARI SAMPAH RUMAHAN
Maasya Allah-
Memandang
sampah dengan sebelah mata sangat tidk tepat. Oleh kaena itu bukalah kedua mata
kita. Pandanglah dengn seksama. Sesungguhnya sampah yang merupakan sisa
metabolisme kehidupan mampu memberikan nilai tambah. Secara sederhana sampah
rumahan seperti di rumah saya tidak pernah kosong. Bak sampah selalu penuh.
Satu pekan dua kali diangkut oleh mobil sampah sepertinya tidak cukup
tempatnya. Ongkos pembuangan sekitar delapan ribu rupiah tiap bulan, cukup
membantu kebersihan lingkungan. Tetapi sempat saya bertanya ke manakah mobil
kuning itu mengantarkan sampah? Ya jawabnya jelas, ke TPA tempat pembuanga
Akhir).
Rasanya
hal di atas bukan solusi jitu untuk NTB zero waste. Karena lingkungan rumahan
bisa bersih, tetapi di tempat lain menggunung sampah yang baunya mulai
menyengat. Tumpukan sampah di tepi jalan menungu antrian mobil pun bisa
mengganggu pemandangan. Kadang berserakan dan apabila ada air mengali tiba-tiba
berantakan meyebar ke jalan raya. Ironisnya warga pun kadang tega melempar
sampah ke sungai yang akhirnya sampah bermuara ke pantai.
Nah
ini semoga membantu menambah solusi tentang sampah rumahan. Tidak beresiko dan
sangat bermanfaat. Sikap telaten/ tekun dan sungguh-sunguh , serta terus
menerus tanpa pamrih harus menjadi dasar pemikiran di hati kita. Kita membuat
pupuk kompos cair dengan ember tumpuk.
Alat
dan bahan sebagai media composter)
1. Dua
ember cat bekas
2. Satu
kran dan lem pralon
3. Alat
pelobang bisa manual atau bor
Cara mmbuat ember tumpuk
1. Sebuah
ember alasnya dibuat berlobang.
2. Tutup
ember yang lainnya dipotong ringnya
3. Buat
lobang emapt bagian pada ember tersebut tepat dibawah ring tutup.
4. Pasang
kran pada bagian bawah ember yang tidak berlobang alasnya
5. Pastikan
kran tidak bocor dan mudah difungsikan
6. Susun
ember dngn susunan bawah adalah ember yang berkran. Pasang ring tutup pada
ember tersebut. Masukkan ember yang berlobang . Pasangan tutup yang utuh.
Cara menggunakan ember tumpuk
Setelah ember tersusun benar, bukalah tutup dan
masukkan sampah organik. Berikan lautan
em4 dan gula dengan air. Siramkan pada sampah secukupnya. Tutuplah rapatember
berisi sampah. Tunggulah sampai larwa datang dan tambahkan sampah yang lain
hingga penuh. Diamkan sekitar lima hari. Tes krannya . Apakah ada air yang
menetes? Jika ada itu adalah lindi yang berfungsi sebagai pupuk cair. Bisa
langsung digunakan atau disimpan dalam botol plastik kemudian jemur pada sinar
matahari sesaat agar bau tidak sedap hilang.
Cara mnggunakan pupuk cair sampah rumahan
Larutkan lindi ke dalam air dengan perbandingan pupuk dan air = 1 : 40
Semprotka pada tanaman atau siramkan pada tanahnya
Lakukan berulang dalam tiga hari maka lihatlah
kesuburan tanaman dan tanahnya.
Mudah dan murah bukan? Ayo kita coba lakukan jangan
menunggu sampah berserakan. Rumah bersih, tanah subur, kita sehat.
Siti Khusnul Khotimah, S.Pd

No comments:
Post a Comment